Artikel Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Septiardi Prasetyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Septiardi Prasetyo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Mau Sekolah kalau Sama Mama

Oleh : Septiardi Prasety
Guru MI At-Taufiq, Kota Bandung
Pagi itu halaman sekolah tampak lain dari biasanya. Dihiasi wajah-wajah baru yang beberapa diantaranya terlihat erat menggenggam tangan mamanya. Sepertinya mereka gugup dengan lingkungan baru dan teman sekolah yang masih asing. Roman muka ceria itu belum juga terbit meski guru telah mengajak mereka melakukan aktivitas favoritnya yaitu bermain. Ekskalasi ketegangan pun memuncak ketika para siswa diminta masuk ke kelasnya masing-masing. Butir-butir air mata tampak tak terbendung di sela isak tangis karena tidak mau lepas dari genggaman tangan mamanya. Sebuah potret klasik yang biasa dialami siswa baru Madrasah Ibtidaiyah(MI)/Sekolah Dasar(SD) dihari pertama sekolahnya.
Culture shock biasa dialami siswa kelas satu MI/SD saat memasuki sekolah barunya. Kondisi ini dilatarbelakangi beberapa hal. Seperti situasi kelas yang ramai dan sempit yang membuat mereka tidak nyaman dan sulit berkonsentrasi. Di MI/SD, setiap kelas biasanya terdiri dari 30-40 siswa. Berbeda dengan jumlah siswa di TK/PAUD yang perkelasnya bisa 15-20 siswa. Kemudian tuntutan untuk mandiri dan mampu mempelajari semua mata pelajaran yang membuat mereka tertekan. Teman yang masih asing dan cerita kakak kelasnya tentang guru galak membuat anak semakin sulit berpisah dengan mamanya.
Pada minggu-minggu pertama biasanya pihak sekolah memberikan kelonggaran kepada orangtua. Mulai dari mengantar anaknya sampai depan pintu kelas, menunggui mereka di kantin atau halaman sekolah hingga bel pulang berbunyi. Bahkan ada yang sampai menemani anaknya belajar di kelas! Untuk kasus yang terakhir terbilang langka. Meskipun begitu, setiap tahun ajaran baru biasa muncul satu-dua kasus perkelasnya.
Anak yang kesulitan beradaptasi akan terhambat kemampuan belajarnya. Oleh karena itu pada minggu pertama bersekolah, guru biasanya mengadakan kegiatan pengenalan profil lingkungan dan warga sekolah. Kemudian menciptakan permainan interaktif untuk mempererat hubungan mereka dengan teman-teman sekelasnya. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa merasa nyaman dan proses adaptasi bisa berlangsung lebih cepat.
Peran orangtua pun sangat penting dalam proses adaptasi anak. Motivasilah anaknya melalui pemberian pengertian bahwa sekolah merupakan tempat yang menyenangkan. Tempat memperoleh banyak teman baru dan tempat mempelajari hal-hal baru. Selain itu jalinlah komunikasi yang intensif antara orangtua dan guru. Supaya keduanya dapat berbagi informasi perihal karakter dan perilaku keseharian anak saat berada di rumah dan di sekolah. Informasi ini sangat penting bagi guru dalam mencari solusi kesulitan belajar anak.
Biasanya para orangtua merasa khawatir dengan kondisi dan kemampuan anaknya dalam beradaptasi di sekolah. Ini terlihat dari rutinitas para orangtua dalam mengantarkan anaknya hingga ke depan pintu kelas. Bahkan sering didapati mengantarkan anaknya hingga ke dalam kelas. Tidak sedikit yang menunggui anaknya di luar kelas hingga bel pulang berbunyi. Rutinitas seperti ini harus disikapi karena tidak sehat bagi kemandirian anak. Sepertinya kegugupan orangtua dalam melepaskan anaknya untuk mulai belajar mandiri di sekolah perlu mendapat perhatian dari para guru juga.

Selasa, 31 Juli 2012

Monster Penghancur Karakter

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq, Kota Bandung
-->


-->
Pornografi merupakan industri yang dibenci namun ternyata tidak sedikit pula konsumennya. Menurut data statistik tahun 2006 total pendapatan dunia dari bisnis ini adalah 97.06 milyar dolar atau setara dengan 886 trilyun rupiah. Trend statistik ini akan cenderung terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan tumbuh suburnya penyedia layanan internet berkapasitas bandwint besar. Hal ini memudahkan proses upload dan download berbagai macam pilihan format film. Seperti DVD, VCD, MPEG, 3GP, AVI, WMA, MOV, WMV, 3G2, MP3, dan MP4. Yang mengerikan tayangan haram ini bisa diputar melalui fasilitas video player di handphone yang biasa anak-anak kita bawa ke sekolah.
Dalam hal pemberantasan terorisme, Indonesiatelah memiliki Detasemen Khusus (Densus) 88 yang reputasi dan prestasinya telah diakui dunia. Dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah lama menunjukkan taringnya. Walaupun badai pelemahan KPK tampak belum juga mereda. Dalam memberantas kejahatan narkotika, psikotropika dan obat terlarang (Narkoba), pemerintah memiliki Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun pemerintah belum memiliki Densus, komisi atau badan yang secara khusus memerangi pornografi. Mungkin pertanyaannya Densus, Komisi atau Badan Khusus seperti apa yang sanggup memerangi sesuatu yang telah lama menjadi barang koleksi sebagian warga negara. Sekedar merumuskan Rancangan Undang-Undang Pornografi saja, para wakil rakyat kita masih terbata-bata seperti anak TK (Taman Kanak-kanak). Tampaknya mereka masih sibuk dengan hawa nafsunya sendiri. Galau bila kesenangannya dikekang pasal-pasal hukum pidana.
Pornografi sama berbahayanya dengan terorisme, korupsi dan narkoba. Karena bisa memicu tindak kejahatan, pemiskinan, hingga disorientasi mental dan moral bagi segala lapisan umur, pendidikan dan status masyarakat. Menurut situs Topreviews.com Indonesiaadalah pengakses internet peringkat ketujuh dunia dalam penggunaan kata kunci �sex� pada search engine. Hasil survey ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita memiliki curiosity yang luar biasa besar pada tayangan esek-esek. Bagi industri pornografi, ini merupakan peluang untuk menggemukkan pundi-pundi keuntungannya. Majalah Playboy telah menyadari potensi ini sejak beberapa tahun yang lalu. Walau mendapat aksi protes dari salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam tapi mereka bergeming dan memindahkan kantornya dari Ibukota Negara ke pulau dewata.
Pornografi berkontribusi dalam pemiskinan warga Negara. Uang berjumlah besar hanya berputar di sekitar aktivitas download files di internet saja. Saya ambil contoh ketika video mesum seorang anggota DPR dengan artis dangdut merebak. Search Engine seperti Google dan Yahoo mencatat setiap harinya tidak kurang 50.000 pengakses internet di Indonesiamencari files dengan kata kunci nama artis dangdut tersebut. Namun rekor terbanyak dipegang oleh Youtube. Tercatat hanya dalam beberapa hari 19,6 juta pengguna internet telah mendownload video mesum ini sebelum akhirnya diblokir. Bila dimisalkan biaya sekali downloadfile ini menghabiskan Rp. 1000. Maka total uang warga negara yang menguap sia-sia diperkirakan Rp.19,6 milyar. Angka ini akan semakin membengkak karena menurut situs freeserver, rata-rata 10.000 pengguna mendownload file ini setiap harinya. Dan angkanya akan semakin membesar ketika pengguna mendownload files haram lainnya.
Mengkonsumsi tayangan pornografi menstimulasi pemirsanya untuk meniru hal yang sama seperti yang disaksikannya. Dr. Jenning Bryant melakukan studi kepada 600 pelajar pria dan wanita di sekolah menengah atas dan universitas di Amerika Serikat. Dia menemukan bahwa 91 persen pria dan 82 persen wanita telah mengenal dan mengkonsumsi materi pornografi kategori X-Rateddan Hardcore! Sebanyak 60 persen Pria dan 40 persen wanita mengatakan, ingin melakukan apa yang mereka lihat (Soniset. 2007).
Para addicttontonan asusila menganggap penyimpangan seksual yang disaksikannya sebagai variasi dalam berhubungan badan. Fenomena seks pra nikah dipandang sebagai manifestasi gayahidup dan kebebasan berekspresi masyarakat demokratis. Keperawanan adalah mitos kuno, hamil di luar nikah adalah kesialan. Aborsi adalah solusi untuk meneruskan happy-happy. Naudzubillah. Dr. Jenning Bryant berkomentar,�Pornografi dapat menghilangkan nilai moral dalam diri individu. Mengakibatkan kehilangan rasa percaya (religi), melupakan keluarga, melupakan komitmen, melupakan cinta, dan melupakan ikatan pernikahan. Pornografi membentuk jiwa hedonisme, membuat segalanya boleh dilakukan!�
Sisi paling kelam dari akibat yang ditimbulkan pornografi adalah memicu tindakan kriminal. Seorang sosiolog dari Mills College, Diana Russel mengatakan bahwa di seluruh dunia tengah berkembang wacana �Rape Myth� (Seorang wanita dianggap menyenangi hubungan badan yang dipaksakan). Saat mengkonsumsi tayangan perkosaan, mereka tidak merasa kasihan atau bersalah. Celakanya mereka menterjemahkan rasa sakit yang diperlihatkan para pemeran wanita di film porno tersebut sebagai sensasi yang menyenangkan. Dalam dunia psikologi, perilaku ini dikategorikan sebagai gangguan jiwa. Menyenangi tayangan penyiksaan secara seksual demi memperoleh kepuasan sangat bertentangan dengan norma apapun.
Pemerintah kita telah mengambil keputusan tepat dengan tidak mengijinkan konser Mother Monster bertajuk The Born This Way Ball di Stadion Gelora Bung Karno yang rencananya akan digelar 3 Juni lalu. Harapan kita, pemerintah kita dapat mengambil keputusan yang tepat pula saat menyikapi monster-monster lokal berkedok seni musik dangdut, film layar lebar dan lainnya. Jangan sampai mother monster di seberang benua jelas terlihat tetapi monster lokal di depan hidung luput dari perhatian.
Menyikapi tentang beredarnya ratusan buku bacaan pengayaan pelajaran Bahasa Indonesia untuk sekolah dasar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, saya berpendapat bahwa penerbit dan penulisnya harus bertanggung jawab. Alasan penerbitan buku pengayaan untuk pendidikan seks sangat tidak relevan dengan kurikulum berkarakter. Juga tidak sejalan dengan kultur dan budaya masyarakat kita. Kita tidak memerlukan pendidikan seks karena kita telah memiliki pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan (PKn), dan lain-lain jauh sebelum kurikulum barat mencanangkan pendidikan seks. Yang perlu pemerintah dan dunia pendidikan lakukan adalah mengupayakan aktualisasi mata pelajaran supaya bisa mengikuti perkembangan jaman tanpa melupakan jati diri kita sebagai bangsa.

Rabu, 06 Juni 2012

Menyikapi Hasil UN

Oleh : Septiardi Prasetyo
           Guru MI At-Taufiq di Yayasan Pendidikan Al-Hikmah


Tanggal 24 Mei peserta didik SMA/MA/SMK mulai menerima hasil Ujian Nasional (UN)-nya. Saya ucapkan selamat kepada kalian dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas pencapaian yang diperoleh. Bagi yang belum menerima hasil UN-nya, saya berpesan untuk tidak bosan berdoa supaya memperoleh ketenangan dan hasil terbaik.
Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam mengumumkan hasil UN peserta didiknya. Ada yang mengirimkannya ke rumah via pos. Ada pula pula yang mengumpulkan peserta didiknya di sekolah. Kemudian membagikan hasil UN berdasarkan skenario yang disusun sedemikian rupa oleh para guru untuk memberi kesan tak terlupakan bagi peserta didiknya. Misal guru berpura-pura mengumumkan nama-nama peserta didik yang tidak lulus. Tapi kenyataannya semua peserta didiknya lulus.
Namun cara yang lain adalah mengundang para orangtua ke sekolah. Selain mencegah aksi coret-coret seragam sekolah dan konvoi kendaraan bermotor juga untuk memberikan penjelasan perihal kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Seperti strategi pemilihan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang paralel dengan minat dan bakat siswa.
Pada acara tersebut pihak sekolah dapat menjelaskan secara langsung kepada orang tua tentang ujian program paket bagi peserta didik yang tidak lulus dan tidak mau mengulang setahun lagi. Walaupun sebagian masyarakat masih memandang remeh dengan ujian paket namun saat ini ijasah ujian paket tidak berbeda dengan ijasah di sekolah pada umumnya.
Berdasarkan lampiran POS UN SMA/MA/SMK, SMP/MA/SMK peserta didik dinyatakan lulun UN bila nilai rata-rata paling rendah 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0. Melalui formula ini diharapkan pemerintah dapat memetakan tingkat kemampuan siswa pada mata pelajaran yang di UN-kan, kualitas guru, pengadaan sarana pendidikan di sekolah dan sebagainya. UN bisa digunakan untuk memetakan pendidikan Indonesia sehingga kelulusan tidak perlu dipaksakan tercapai 100 persen. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh bahwa semua pihak hendaknya tidak memaksakan memperoleh hasil Ujian Nasional (UN) lulus 100 persen.
Namun sayangnya fungsi UN untuk memetakan kondisi pendidikan Indonesia tidak berjalan sejak pertama kali diberlakukan tahun 2004. Pakar pendidikan dari Institut Teknologi Bandung, Iwan Pranoto mengatakan Delapan tahun UN dilaksanakan, namun sampai sekarang masyarakat tidak tahu kekuatan utama siswa di Indonesia, apakah di statistik, aljabar, geometri, atau pelajaran lainnya. Seharusnya jika tujuan UN benar adalah untuk pemetaan, maka masyarakat tahu hal ini. Beliau melanjutkan tidak pernah menemukan adanya laporan hasil pemetaan pendidikan dari Kementerian Pendidikan atas hasil UN.
Belum ditindaklanjutinya hasil UN oleh pemerintah memicu protes dari sebagian pihak yang menilainya sebagai ketidakseriusan dalam peningkatan mutu pendidikan dan pemborosan anggaran. Bila pemerintah tidak segera menyikapi hasil UN ini maka akan menambah daftar keraguaan masyarakat akan kredibilitas pelaksanaan dan hasil UN itu sendiri.
Selain untuk memetakan kondisi pendidikan Indonesia, pemerintah berencana mengintegrasikan UN sebagai syarat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Bila rencana ini terlaksana maka akan menghemat anggaran yang cukup besar. Namun indikasi praktek kecurangan saat penyelenggaraan dan pengkatrolan hasil UN memperbesar keraguan kredibilitas UN. Menurut Raihan Iskandar, anggota Komisi X DPR, �Selama masih terjadi berbagai kecurangan dalam penyelenggaraan UN, kredibilitas hasil dari UN patut dipertanyakan dan belum layak dijadikan tiket masuk ke PTN.�
Selain itu, perbedaan sistem penilaian UN dengan SNMPTN menjadi kendala pengintegrasian keduanya. Menurut Wakil Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Nurfina Aznam,"Sistem penilaian ujian nasional dengan ujian masuk perguruan tinggi negeri masih tidak sebanding. Ukuran kemampuan yang dinilai di kedua ujian tersebut berbeda." Bahkan untuk untuk calon mahasiswa yang mengikuti jalur undangan selain nilai UN, nilai rapor dan prestasi peserta didik menjadi salah satu syarat penilaian. Sehingga rencana untuk mengintegrasikan UN dengan SNMPTN sebagai satu-satunya syarat memasuki PTN mengabaikan penilaian objektif peserta didik selama tiga tahun dan prestasi yang dimilikinya.
Menyikapi hasil UN sebagai penentu �hidup dan matinya� peserta didik merupakan bentuk kedzoliman terhadap jerih payah belajar mereka selama tiga tahun. Dan akan lebih dzolim lagi bila hasil UN para peserta didik di seluruh Indonesia disia-siakan begitu saja. Tidak dijadikan bahan evaluasi dan kajian yang komprehensif yang memberikan gambaran tentang kelemahan dan kekurangan pendidikan di Indonesia. Rahim bagi lahirnya kebijakan-kebijakan strategis dan tepat sasaran. Sehingga jangan heran bila Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menurut United Nations Deveopment Program turun peringkat. Dari peringkat 108 pada tahun 2010 turun ke peringkat 124 pada tahun 2011. Menurut mereka bobot terbesar penurunan ini terjadi pada dunia pendidikan.

Sabtu, 02 Juni 2012

Ujian Pendidikan Karakter


Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru di Madrasah Ibtidaiyah At-Taufiq, Kota Bandung
          Artikel ini pernah dimuat di rubrik Suluh
          Koran Tribun Jabar, Selasa Mei 2012
Dua minggu ke depan, kesaktian pendidikan karakter akan diuji. Karena pada tanggal 3 Juni 2012, diva pop dunia Lady Gaga direncanakan menggelar tur konser dunia bertajuk The Born This Way Ball Tour 2012 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Rencana konser artis asal Amerika bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini ternyata telah menuai sejumlah penolakan dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti Front Pembela Islam (FPI), Partai Politik (Parpol) seperti Partai Persatuan Pembangunan, hingga Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf ikut menolak. Hal ini mendorong Polda Metro Jaya untuk tidak memberikan ijin konser tersebut.
Bagi sebagian Anak Baru Gede (ABG),  lagu-lagu dari artis berciri khas pakaian provokatif dan ekstravagan ini mungkin sudah tidak asing lagi. Namun sayangnya sedikit dari mereka tidak menyadari nilai-nilai negatif dalam cara berpenampilan dan di setiap lantunan bait-bait lagunya. Hal ini terlihat dari larisnya 40.000 lembar tiket konser hanya dalam hitungan satu hingga dua hari saja.
Penolakan terhadap konser Lady Gaga tidak terjadi di Indonesia saja. Negara sekuler seperti Korea Selatan dan Negara komunis seperti Republik Rakyat China (RRC) pun menunjukkan sikap yang sama. Bahkan untuk memproteksi generasi muda dari nilai-nilai yang tidak selaras dengan budaya bangsa mereka, pemerintah China melarang keras peredaran musik dan penayangan video Lady Gaga di situs youtube.
Fenomena penolakan konser musik Lady Gaga oleh beberapa Negara tentu bukan tanpa sebab. Banyak pihak merasa khawatir dengan muatan-muatan negatif yang terkandung di penampilan dan karya-karyanya. Bahkan ada yang terang-terangan menolaknya karena karya Lady Gaga dinilai telah menghina dan merendahkan keyakinan sebuah agama. Berikut beberapa alasan mengapa konser Lady Gaga memperoleh penolakan dari banyak pihak.
Pertama, penistaan kepada agama. Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, saya kutipkan untuk anda bait pertama dari salah satu single-nya yang berjudul Judas untuk direnungkan bersama. I�m in love with Judas, Judas. When he comes to me, I am ready. I�ll wash his feet with my hair if he needs. Forgive him when his tongue lies through his brain. Even after three times, he betrays me.
Dari bait pertama lagu Judas di atas, kita bisa melihat gambaran sosok Judas yang diperlakukan layaknya manusia mulia dan agung. Bahkan para audiensseolah-olah diperintahkan untuk membasuh kaki Judas dengan rambut-rambut mereka. Bait lagu ini paradok dengan keyakinan umat Kristen Katolik dan Protestan di dunia yang menganggap Judas sebagai manusia hina. Karena telah melakukan dosa besar dengan mengkhianati Jesus demi tiga puluh keping uang perak. Hal inilah yang memicu penolakan konser Lady Gaga oleh kelompok Kristen konservatif di Korea Selatan.
Kedua, pornografi. Dalam video klipnya, ia kerap berpenampilan separuh telanjang hingga hampir telanjang! Disertai gerakan-gerakan erotis yang melambangkan kegiatan seks bebas. Tidak sebatas penampilan di atas panggung saja, kontroversi cara berpakaiannya pun terjadi di luar panggung. Saya ambil satu contoh ketika ia menghadiri acara promosi album terbarunya Born This Way di Meksiko beberapa waktu yang lalu. Di mana ia memakai gaun tipis tembus pandang berwarna biru yang membuatnya nyaris terlihat telanjang. Tidak hanya itu pose-pose vulgarnya pun sempat menghiasi cover majalah Rolling Stones  dan masih banyak contoh yang lainnya.
Ketiga, praktek pemujaan setan. Lady Gaga kerap menyebut dirinya Mother Monster. Di album kedua The Fame Monsterlagu-lagunya mengusung tema monster, vampir, dan kematian. Pada album berikutnya, Born This Way, sebagian pengamat menilainya seperti ingin mendirikan sekte kepercayaan tersendiri yang mengarah ke pemujaan setan. Begitupun dalam dekorasi panggung, aksi pentas dan video-videonya sering menampilkan simbol-simbol satanic dan illuminati. Seperti simbol salib terbalik yang melambangkan penentangan dan penghinaan kepada keimanan Kristiani. Simbol Baphometatau kepala domba bertanduk sangat panjang yang melambangkan setan yang paling berkuasa di dunia penyembahan setan. Simbol pentagram yang melambangkan ilmu sihir. Simbol mata satu yang melambangkan illuminati dan kesetiaan.
Selain simbol-simbol setan, tari-tarian dan lirik lagu Lady Gaga diyakini mengandung unsur-unsur pemujaan kepada Lucifer, Baphomet dan Dewa Matahari (Ra). Sebagai gambaran saya kutipkan bait pertama dari single-nya berjudul Alejandro. I know that we are young. And I know you may love me. But I just can�t be with you like this anymore. Alejandro. Mungkin anda bertanya-tanya, siapakah Alejandro? Kalau membaca lirik atau mendengar lagu tanpa menonton video klipnya kita tidak dapat mengungkap siapa Alejandro. Dalam videonya, Alejandro dimaksudkan kepada tuhan. Lirik lagu ini merupakan pernyataan terbuka pengingkaran kepada tuhan dan penyerahan dirinya kepada setan.
Selain ketiga uraian di atas, masih banyak kontroversi yang mengundang reaksi kecaman dan penolakan publik. Seperti dukungannya kepada hubungan sesama jenis seperti dalam single-nya berjudul Born This Way. Gaya berbusana yang aneh seperti menggunakan pakaian yang terbuat dari daging mentah. Karir masa lalunya sebagai penari Burlesque dan yang lainnya. Sepertinya hal-hal konstroversial merupakan daya tarik terbesar Lady Gaga untuk mendongkrak popularitasnya di industri musik dunia.

Pendidikan Karakter
Peradaban nenek moyang kita sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan sopan-santun yang tercermin dalam warisan kebudayaan dan adat-istiadat tradisional. Pendidikan karakter yang tengah digagas saat ini merupakan upaya dunia pendidikan kita untuk mengembalikan dan memperkuat jati diri bangsa yang terasa kian memudar tergerus arus globalisasi dan liberalisasi membabi buta.
Menyikapi fenomena aktual Lady Gaga yang tengah menjadi trend topic pembicaraan di masyarakat. Muncul pertanyaan, siapakah yang bertanggung jawab pada pendidikan karakter bangsa? Tidak mungkin tanggung jawab ini dipikul sendirian oleh para guru di sekolah saja. Karena fungsi dan peran guru sebatas pendidikan di sekolah. Ketika pulang ke rumah maka tanggung jawab berpindah kepada orang tua. Namun orang tua pun memiliki keterbatasan dalam membendung pengaruh negatif dari arus globalisasi saat ini. Di sinilah peran pemerintah sebagai pembela di garis terdepan dalam menfilter nilai-nilai negatif dari luar yang berpotensi merusak karakter generasi muda.
Sampai saat ini saya belum mendengar Kemendiknas menyuarakan sikapnya. Begitupun dengan pihak Istana. Sebagai seorang guru, saya prihatin sekaligus geram dengan perkembangan saat ini. Hanya karena seorang bernama Lady Gaga, pendidikan karakter bangsa dipertaruhkan. Seolah-olah para promotor konser tidak memiliki rasa belas kasih kepada para generasi muda yang pikiran dan hatinya begitu polos, putih, murni yang belum ternoda hitamnya hawa nafsu setan. Demi mengeruk keuntungan dari selembar tiket konser.

Senin, 14 Mei 2012

Komunikasi Politik di Sekolah

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq di Yayasan Pendidikan Al-Hikmah, Kota Bandung


Pada suatu hari, di sebuah sekolah entah berantah nun jauh di sana, seorang guru ditegur oleh kepala sekolahnya. �Mengapa anda pulang ketika jam kerja?� Guru tersebut menjawab,�Kebetulan tugas mengajar saya sudah selesai, pa. Maka saya manfaatkan waktu luang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.� Kemudian kepala sekolah bertanya,�Bukankah anda sudah diangkat menjadi PNS dan telah memperoleh penghasilan yang layak?! Seharusnya anda dapat mengimbanginya dengan etos kerja dan keteladanan yang baik.�
Membaca ilustrasi fiktif di atas, penulis yakin para pembaca terutama para guru pasti akan tersenyum simpul dibuatnya. Karena ilustrasi di atas merupakan hal yang mungkin pernah dialami oleh anda. Adakalanya teguran dari pimpinan seperti di atas direspon oleh bawahannya dengan penuh kepatuhan. Namun tidak jarang pula yang merespon sebaliknya. Bagi mereka yang taat rantai komando akan berpendapat,�Sudah seyogyanya para bawahan menjalankan instruksi pimpinannya.� Bagi mereka yang berpendapat sebaliknya akan berkata,�Sudah seyogyanya kebutuhan bawahan dipenuhi secara lebih baik sebelum dituntut peningkatan kinerja.�
Tentu tidak mudah untuk mencari kebenaran mutlak dari kedua kutub pendapat seperti ini. Karena keduanya menggunakan orientasi dan kaca mata yang bertolak belakang. Yang satu menggunakan orientasi peningkatan etos kerja. Sedangkan yang lainnya menggunakan orientasi pemenuhan hak asasi sebagai pribadi. Seperti kata pepatah, Carilah persamaan kepentingan  untuk  mempertemukan dua perbedaan. Untuk menyatukan dua kepala yang berbeda perlu dicarikan satu tujuan yang sama. Walaupun jalan yang akan ditempuh keduanya kemungkinan berbeda. Tetapi demi tujuan dan cita-cita bersama, perbedaan tersebut bisa dijadikan sebagai jembatan untuk lebih mengintensifkan proses dialog dan kompromi.
Komunikasi yang dilakukan secara langsung merupakan media yang paling disarankan oleh para ahli dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Dengan berkomunikasi langsung akan membuka kesempatan bagi terjadinya transfer aspirasi secara dua arah dari kedua belah pihak. Begitupun opini antar keduanya dapat disampaikan secara langsung. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman dan kesalahtafsiran perpspektif tentang suatu masalah. Adakalanya hal sepele menjadi besar bukan karena konten dari masalahnya itu sendiri. Tetapi lebih karena kesalahpahaman yang bermuara dari tidakakuratan informasi yang diterima secara tidak langsung oleh keduanya. Hal seperti ini sungguh tidak diharapkan, karena bila dibiarkan berlarut-larut dapat berpotensi menimbulkan konflik.
Maka dari itu, komunikasi politik diantara warga sekolah perlu selalu dijaga kesehatannya. Kebutuhan akan komunikasi politik bukan hanya konsumsi para politikus saja tetapi warga sekolah pun perlu melalukannya. Adakalanya aspirasi, opini dan sikap dari berbagai pihak tidak tersalurkan dengan lancar dikarenakan tersendatnya saluran-saluran komunikasi yang tersedia. Hal ini dikhawatirkan akan menyuburkan benih-benih ketidakpuasan.
Manfaat lainnya adalah menumbuhkan sikap toleransi dan kepekaan sosial diantara warga sekolah. Sehingga akan muncul jargon, Tak satu pun masalah yang tak bisa dibicarakan. Ini mengisyaratkan bahwa kompromi akan selalu menjadi jalan tengah disetiap menyikapi tantangan yang ada. Melalui sikap gotong royong, kekeluargaan,dan musyawarah-mufakat.
Akselerasi efektvitas kinerja pun dapat lebih ditingkatkan bila segala sesuatunya telah dikomunikasikan dengan baik. Sehingga setiap pihak dapat menyadari dan menjalankan peran dan fungsinya tanpa dibebani bayang-bayang ketidakpuasan dan ketidakadilan dari kebijakan yang diputuskan secara sepihak atau otoriter.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah terpeliharanya suasana tempat bekerja yang senantiasa kondusif dan nyaman. Di mana setiap orang merasa betah berlama-lama beraktivitas dan bersosialisasi di tempat kerja. Sistem yang sehat sangat bergantung pada mereka-mereka yang terlibat dalam menjalankan sistemnya. Hal ini merupakan indikator yang positif dalam mengukur kinerja dan prestasi kepemimpinan tempat kerja tersebut.
Tak ada gading yang tak retak bukanlah pepatah yang ditujukan pada pendeskripsian dari keterbatasan dan ketidaksempurnaan sifat manusia. Tetapi pepatah ini menyimpan makna yang lebih mendalam dari itu yaitu setiap kita dituntut untuk lebih peduli dan peka dalam menyikapi realita di sekitar kita. Karena setiap individu memiliki kebutuhan, kemampuan dan karakter yang unik. Yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Hal ini memerlukan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda bagi setiap individu. Dan bahasa universal yang paling ampuh dalam menghadapi setiap tantangan adalah bahasa kepekaan yang tulus. Yang muncul dari kesadaran hati sanubari yang terdalam bahwa manusia diciptakan oleh Allah  SWT dengan dua telinga dan satu mulut. Ini dimaksudkan supaya kita lebih banyak memanfaatkan kedua telinga kita untuk belajar dan lebih banyak melakukan download data untuk kemudian diproses di akal pikiran kita. Dan me-relay-kannya kelingkungan sekitar dengan pancaran panjang gelombang hati nurani.

Minggu, 13 Mei 2012

5 Dosa Besar UN

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq di Yayasan Pendidikan Al-Hikmah
          Artikel ini pernah dimuat di rubrik Suluh
          Koran Tribun Jabar, Selasa 8 Mei 2012


Mulai hari senin dan dua hari berikutnya, anak-anak kelas enam Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) menempuh Ujian Nasional (UN). Ujian pamungkas yang akan menentukan tuntas tidaknya proses belajar mereka selama enam tahun di sekolah. Bukanlah perkara kecil dalam membimbing dan menguatkan mental mereka hingga detik-detik terakhir UN. Karena pernah terjadi saat pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) seorang siswa belum sampai ke sekolah sedangkan pengawas ujian akan membagikan Lembar Jawab Komputer (LJK). Spontan saja wali kelas panik dan mengambil langkah seribu mendatangi rumah siswa. Ternyata siswa tersebut masih ada di rumah dan terkesan enggan menempuh UASBN-nya. Dengan pendekatan elegan dan simpatik, akhirnya wali kelas berhasil membujuk siswa tersebut untuk mengikuti UASBN. Belakangan terkuak bahwa ketidaksiapan faktor mental yang membuat siswa tersebut tidak bersemangat menempuh ujiannya.
UN sebagai salah  satu instrumen kelulusan siswa telah memperoleh banyak penolakan dari berbagai kalangan sejak tahun pertama rencana pelaksanaannya akan digulirkan. Penolakan ini bukanlah isapan jempol belaka. Karena realita dunia pendidikan di tanah air dipandang belum memungkinkan dan belum saatnya UN diberlakukan. Masih terlalu lebar jurang kesenjangan penyediaan insfrastruktur dan fasilitas pendidikan antar daerah di Indonesia. Hal ini akan melahirkan rasa ketidakadilan pada masyarakat di daerah-daerah tertinggal bila UN tetap dilaksanakan. Tapi pemerintah bergeming dan bersikeras menerapkannya.
Menerapkan UN berarti telah melukai rasa ketidakadilan yang merupakan perbuatan �dosa.� Bila menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara maka perbuatan tersebut termasuk �dosa besar.� Bukan saja telah berdosa kepada dunia pendidikan, pelaksanaan UN telah mencoreng kewibawaan hukum di Negara hukum ini. Berikut 5 dosa besar UN yang telah genap berlangsung selama lima tahun.
Pertama, melanggar putusan Mahkamah Agung. Berdasarkan perkara nomor: 296K/Pdt/2008, MA telah memerintahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melarang melaksanaan UN di seluruh Indonesia. Keputusan MA ini menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumya yang dikeluarkan pada 6 Desember 2007. Sebagai Negara hukum, setiap warga negara wajib mematuhi hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Terlebih bagi institusi tertinggi dunia pendidikan negeri ini yang harus bisa menjadi contoh pertama bagi masyarakat dalam mentaati hukum.
Kedua, belum meratanya sarana-prasarana pendidikan di seluruh Indonesia. Menurut data Kemendikbud bahwa sebanyak 194.000 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Indonesia rusak berat dan perlu segera direnovasi. Sekolah-sekolah tersebut sudah tidak layak dijadikan tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan berpotensi membahayakan siswa yang sedang belajar karena bangunan yang rapuh sewaktu-waktu bisa saja rubuh. Jumlah sekolah tersebut akan berlipat-lipat ganda bila menyangkut ketersediaan fasilitas sekolah yang masih minim dan jauh dari standar kebutuhan pendidikan nasional. Kualitas sarana prasarana pembelajaran akan mempengaruhi kualitas KBM dan output lulusan. Maka tidaklah berlebihan bila pemerintah terlebih dahulu memfokuskan penyetandaran fasilitas pendidikan di seluruh tanah air sebelum menerapkan sistem evaluasi berstandar nasional.
Ketiga, belum meratanya kualitas guru.  Berdasarkan data Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PMPTK) Depdiknas, jumlah guru honorer di Indonesia tahun 2007 mencapai 922.308 guru, terdiri dari 472.475 guru honorer di sekolah negeri dan 449.883 guru di sekolah swasta. Kini angka statistik tersebut cenderung belum banyak berubahan. Karena tingkat pertumbuhan jumlah guru honorer belum mampu diimbangi dengan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setiap tahunnya. Walaupun kini sedang berjalan program sertifikasi guru tetapi program ini malah menambah polemik permasalahan baru. Terutama tentang kebijakan guru yang telah memenuhi syarat sertifikasi.
Keempat, membengkaknya anggaran biaya UN. Tahun 2009, UN menghabiskan biaya anggaran  Rp.572 Milyar, Tahun 2010 Rp.590 Milyar, Tahun 2011 Rp.600 Milyar dan Tahun ini Rp.600 Milyar. Anggaran tersebut belum termasuk biaya pendistribusian soal hingga ke daerah-daerah. Oleh sebagian kalangan pelaksanaan UN hanya pemborosan anggaran saja. Karena masih banyak permasalahan mendesak di dunia pendidikan yang memerlukan penangan segera seperti tingginya angka putus sekolah. Menurut data Komnas Perlindungan Anak tahun 2007 di 33 propinsi tercatat sekitar 11,7 juta jiwa putus sekolah.
Kelima, mengerdilkan makna pendidikan. Pendidikan merupakan upaya sadar untuk memanusiakan manusia. Pada prinsipnya pendidikan harus bisa menyentuh tiga aspek yang terdapat dalam diri siswa. Aspek kognitif atau pengetahuan, aspek afektif atau sikap, dan aspek psikomotor atau keterampilan. Ketiga aspek tersebut merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan pada diri siswa. Dari ketiga aspek mendasar tersebut, UN hanya mampu mengevaluasi satu aspek saja. Inilah yang menjadi salah satu penolakan banyak kalangan pendidikan. Karena UN hanya fokus pada aspek kognitif atau pengetahuan saja. Sedangkan kedua aspek dasar lainnya tidak digunakan. Begitupun UN dipandang menganaktirikan mata pelajaran-mata pelajaran yang tidak di-UN-kan seperti mata pelajaran agama, Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), olah raga, pendidikan seni budaya dan lainnya. Seolah-olah mutu pendidikan kita ditentukan oleh mata pelajaran yang di UN-kan saja. Yang lebih memprihatinkan usaha belajar siswa selama bertahun-tahun seolah-olah tidak dijadikan pertimbangan sebagai syarat kelulusan. Karena pada ujung-ujungnya hanya ditentukan oleh beberapa hari ujian saja.
Sudah menjadi sifat alamiah jika setiap individu diciptakan dengan potensi dan kemampuan yang tidak sama. Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengelola potensi yang berbeda tersebut. Kemudian mendominankannya supaya bisa memberikan kontribusi terbaik bagi bangsanya.

Kemampuan Berbahasa dan Pergaulan Siswa

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq, Kota Bandung


Bila kita amati pergaulan anak-anak dan remaja saat ini, pemakaian bahasa yang baik dan benar masih jauh dari harapan. Ini bisa kita ketahui dari gaya bicara mereka saat berinteraksi dengan teman-temannya. Hingga pemilihan kata saat mereka berkomunikasi dalam situs jejaring sosial seperti Facebook. Mengamati sample fenomena tersebut muncul pertanyaan yang menggelitik rasa ingin tahu penulis,�Apakah bahasa yang baku tidak cocok diterapkan bagi pergaulan remaja? Ataukah pendidikan bahasa kita belum mampu menyentuh konteks pergaulan remaja saat ini?�
Kompetensi berbahasa Indonesia para siswa tidak hanya diukur pada kemampuan aspek membaca dan menulis saja. Tetapi melibatkan aspek berbicara dan mendengarkan. Keempat kompetensi berbahasa tersebut merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pemahaman yang baik tentang struktur bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pilar utama bagi kemampuan berbahasa para siswa.
Ada kecenderungan, siswa menganggap pemakaian bahasa yang baik dan benar hanya digunakan pada kegiatan formal saja. Seperti kegiatan belajar-mengajar di kelas, penyusunan karya tulis dan lain-lain. Sedangkan di luar itu, mereka dapat berekspresi dengan gaya bahasa mereka sendiri. Tanpa menerapkan rambu-rambu EYD.
Kebebasan berekspresi merupakan bagian dari kreativitas. Begitupun dengan gaya bahasa remaja saat ini yang merupakan bentuk kreativitas yang perlu kita apresiasi positif. Walaupun begitu, bahasa gaul yang biasa diterapkan anak-anak dan remaja menyisakan beberapa ganjalan bagi kita semua. Ganjalan tersebut antara lain:
Pertama, bahasa gaul diterapkan sama pada semua orang. Untuk menerapkan bahasa gaul mereka tidak perlu mempertimbangkan faktor usia, status dan kedudukan lawan bicaranya. Sehingga bila seorang siswa Sekolah Dasar(SD) berinteraksi dengan siswa Sekolah Menengah, keduanya akan menggunakan gaya bahasa yang sama. Tanpa memperhatikan penggunaan bahasa kepada orang yang lebih tua atau lebih muda.
Kedua, kesalahan dalam melakukan interpretasi informasi yang diterima. Bahasa gaul memiliki struktur bahasa yang bebas dan seringkali hanya dipahami oleh komunitas tertentu saja. Tidak jarang muara dari kesalahpahaman antar remaja adalah dari kesalahan menginterpretasikan informasi yang diterimanya.
Ketiga, diidentikan dengan bahasa kasar. Bahasa gaul merupakan hasil akulturasi dan interaksi antar remaja. Penerapannya yang bebas seringkali melibatkan unsur-unsur bahasa yang tidak layak diucapkan secara bebas. Hal ini diperparah lagi dengan lemahnya pengawasan dan bimbingan antar sesama remaja dalam komunitasnya.
Keempat, tidak memiliki nilai estetis. Karena fungsi bahasa jenis ini hanya menekankan pada aspek ketersampaian informasi secara lugas dan instan. Begitupun dengan gaya bahasa yang terkesan monoton yang lebih mengutamakan aspek kesenangan saat mengucapkannya.
Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman bahasa daerah yang luar biasa kaya. Tidak satupun bangsa di dunia yang memiliki kekayaan bahasa seperti di negeri kita. Di setiap bahasa daerah tersebut terdapat karya-karya sastra yang sangat indah. Dalam berbagai jenis pantun, sajak, peribahasa, kata mutiara, puisi, dan cerita rakyat dan lain sebagainya.

Senin, 07 Mei 2012

Sir Richard Owen-Sang Penentang Teori Evolusi

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq di Yayasan Pendidikan Al-Hikmah, Kota Bandung


Kecemerlangannya dalam bidang anatomi perbandingan tak tertandingi dan paling bersinar dimasanya. Richard Owen dihormati karena kejeniusannya dalam ilmu biologi dan paleontologi vertebrata. Hasil pekerjaannya tak tersaingi oleh rekan-rekan sejamannya. Ia memberikan memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Penamaan Dinosauria dan penentangan Owen terhadap teori evolusi Darwin, membuatnya dikenal sebagai ilmuwan pendengki, pembohong dan kejam oleh para evolusionis.
Charles Darwin berpendapat bahwa organisme senantiasa berubah secara perlahan mengikuti kondisi lingkungannya dalam jangka waktu yang relatif lama. Melalui seleksi alam, mahluk hidup berkembang dari bentuk yang paling primitif ke bentuk modern.
Sebagai penganut imaterialisme, tentu hal ini tidak dapat diterima oleh Owen. Ia berpendapat bahwa keanekaragaman bentuk dan fungsi pada mahluk hidup bukanlah diperoleh dari hasil seleksi alam, tetapi merupakan �pola dasar� dalam penciptaan yang dilakukan oleh Sang Maha Pencipta.
Contoh, dibidang embriologi terbukti bahwa semua embrio binatang vertebrata yang hidup di darat mengalami perubahan.  Awalnya embrio vertebrata memiliki suatu celah insang. Seiring bertambahnya waktu, celah insang pada embrio ini hilang dan ketika lahir mereka bernafas dengan paru-paru. Menurut Darwin, ini adalah bukti teori evolusi bahwa binatang vertebrata yang hidup di darat merupakan keturunan dari hewan yang pernah hidup di dalam air. Bila disandarkan dengan pandangan Owen maka tahap-tahap perubahan yang terjadi pada embrio tersebut merupakan �pola dasar� yang telah ditetapkan Tuhan dalam menciptakan mahluk hidup.
Gelombang penentangan Owen terhadap teori evolusi dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Saat Darwin wafat, pembelaan terhadap teori evolusi pun dilanjutkan oleh murid-murid berbakat Darwin, seperti Alfred Russel Wallace dan ahli biologi Inggris T.H Huxley.
Richard Owen dilahirkan pada 20 juli 1804, di Lancerter Inggris. Ibunya seorang Prancis protestan dan ayahnya berkebangsaan Inggris. Ayahnya wafat saat ia masih berumur lima tahun. Pada tahun 1820, Owen memperoleh pendidikan formalnya yang pertama kali di Lancerster Grammar School. Pada periode ini, ia magang di sebuah apotik milik seorang ahli bedah setempat.
Setelah empat tahun berselang, Owen melanjutkan pendidikannya ke Universitas Edinburg sebagai mahasiswa jurusan kedokteran. Di kampus ini ia merasa kecewa dengan materi perkuliahan yang disampaikan dosen-dosennya terutama dalam bidang anatomi perbandingan. Setahun kemudian Owen memutuskan berhenti kuliah dan pergi ke London untuk menyelasaikan pendidikan kedokterannya di St.Bartholomew Hospital. Ditempat inilah Owen bertemu John Abernety, seorang ahli bedah yang kelak mempengaruhi pandangan Owen tentang faham imaterialisme.
Abernety melihat potensi cemerlang yang dimiliki Owen. Kemudian Owen dibujuk oleh Abernety untuk mengembangkan bakatnya dengan menjadi asisten William Clift, seorang ahli pengawetan di museum Huntrian di Royal College of Surgeon. Ditempat ini ia memperoleh tugas penting yang pertama, membuat katalog dari 13 ribu koleksi museum Hunterian. Hal ini dilakukan karena pengurus museum sebelumnya Sir Everard Home, seorang ahli bedah, membakar seluruh paper dan dokumentasi museum Hunterian. Everard beralasan bahwa publikasi dari koleksi museum Hunterian mengatasnamakan dirinya sendiri dan ia tidak rela bila dokumen hasil karyanya digunakan orang lain.
Pada tahun 1830, tugas berat ini berhasil diselesaikan Owen. Segera ia pun mempublikasikan catalog pertamannya. Pada tahun 1837, Owen menerbitkan Hunterian Lecture seri pertama ke publik. Dari usahanya ini selain memperoleh keuntungan financial, penerbitan tulisan popular ini pun berhasil merebut perhatian pihak kerajaan Inggris. Konon Charles Darwin pun membawa Hunterian Lecture saat perjalanan pulang dari ekspedisinya ke Amerika Selatan.
Reputasi Owen sebagai ilmuwan berkembang dengan sangat pesat. Ia diberi kepercayaan untuk mengajarkan ilmu alam secara eksklusif kepada anak-anak ratu Victoria. Pada tahun 1851, Owen mengambil bagian pada acara London Exhibition, yang untuk pertama kalinya ia mempublikasikan kepada publik sebuah replika binatang purba yang dinamainya Dinosauria.
Pada tahun 1856 ia berhasil meyakinkan banyak pihak untuk melaksanakan rencana besarnya memindahkan koleksi Natural History yang berada di British Museum ke British Natural History (sekarang Natural History Museum) di South Kensington. Bill. Dan Owen ditunjuk sebagai pengawasnya. Bryson berpendapat,�dengan membangun Natural History Museum yang diperuntukan untuk semua orang, Owen telah merubah alasan kita membangun sebuah museum.�
Owen tetap bekerja di belakang meja hingga masa pensiunnya pada tahun 1884. Owen menghabiskan masa pensiunnya di Sheen Lodge, Richmond Park hingga ia wafat pada tahun 1892 di usia 88 tahun.
Prestasi dan Kontroversi
Pekerjaan Owen tak tertandingi oleh ilmuwan  sejamannya. Ia telah menerbitkan lebih dari 360 monograph bidang vertebrata dan invertebrata. Ia adalah seorang yang ahli dalam bidang Pearly autilius, Moa dan burung lainnya di Selandia baru, burung Dodo dari Mauritius dan Archaeopteryx.
Saat Owen disibukan dalam mengkatalogkan  13 ribu koleksi museum Hunterian, ia pun menyempatkan diri membedah binatang-binatang yang telah mati di taman Zoological Society. Saat perkumpulan ini menerbitkan hasil penelitian para anggotanya, Owen menjadi salah satu kontributor terbesar dalam bidang anatomi. Sejak saat itu, Owen diakui sebagai ilmuwan terkemuka, terutama dari laporannya tentang Pearly nautilius.
Ia menjadi ilmuwan pertama yang mendeskripsikan bunga karang yang sekarang dikenal sebagai Venus Flower Basket atau Euplecetella. Owen pun berhasil menemukan Trichina spiralis, parasit yang mendiami otot manusia yang menjadi penyebab penyakit Trichinosis. Penelitian Owen tentang Brachiopoda, memberikan kemajuan yang sangat besar bagi pemahaman mahluk invertebrata ini. Ia pun membuat tulisan ilmiah yang istimewa tentang Antropod limulus. 
Owen tidak hanya mempelajari subjek yang masih hidup tetapi yang telah punah. Owen mengikuti jejak Cuvier sebagai pionir dalam palaentologi vertebrata. Pada awal karirnya, Owen berhasil menemukan dan mendeskripsikan struktur kompleks yang mengagumkan dari binatang yang telah punah yang dinamainya Labyrintodints. Dalam dunia ikan, Owen membuat laporan ilmiah tentang ikan paru-paru yang kemudian dinamainya Protopterus.
Dalam dunia reptil, Owen lebih banyak mempelajari binatang yang telah punah. Ia merupakan orang yang pertama kali mempublikasikan tentang tanah reptil pada masa Mesozoic.
Tulisan ilmiahnya tentang burung, diantaranya tentang Kiwi, Dinornithidae yang telah punah, Aptornis,Takehe, Dodo dan Great Auk. Ia pun menulis tentang Archaeopteryx.
Owen pun dihormati dalam penemuannya dalam dunia mamalia yang berhubungan dengan monotremes, marsupial dan kera anthropoid. Kontribusi penting pertamanya adalah saat meneliti fosil yang dikumpulkan Charles Darwin di Amerika Selatan. Di saat ini Owen mempelajari Armadillo yang telah punah yang kemudian dinamainya Glyptodon megatherium.
Saat Sir Thomas Mitchell menemukan sebuah fosil tulang di New South Wales. Mitchell mengirimkannya kepada Owen untuk diselidiki.. Keberhasilan Owen dalam  mengidentifikasi dan mendeskripsikan fosil misterius itu mengarahkannya pada penemuan Diprotodon dan Thylacoleo, termasuk kangguru yang telah punah dan wombat ukuran raksasa. Dan untuk pertama kalinya, Owen mempublikasikan kumpulan hasil penelitiannya dalam buku History of British Fossil Mammals and Birds.
Disela-sela prestasinya yang gemilang, ternyata Owen terjerat dengan berbagai skandal yang menodai nama baiknya. Salah satu peristiwa yang paling terkenal adalah pemberian nama Dinosauria. Ia dituduh lalai dalam memberikan kredit pada Gideon Mantell, yang telah mempelajari reptil purba itu sebelum Owen. Namun Owen berdalih bahwa Mantell tidak mempublikasikan pekerjaannya. Sehingga hasil pekerjaan Mantell tidak pernah diketahui. Owen berhasil meyakinkan Royal Society, dan sejarah mencatat Owenlah penemu dinosauria. Bill Bryson menulis,�Owen menggunakan pengaruhnya di Royal Society untuk memastikan bahwa hasil penelitian Mantell tidak pernah dipublikasikan.�
Dalam kasus penemuan Iguanadon, Owen dituduh lalai memberikan kredit kepada George Cuvier yang telah dulu mempelajarinya. Begitupun owen dikritik karena ketidakakuratannya dalam mendeskripsikan Iguanadon. Tahun 1878, saat kerangka Iguanadon yang lebih lengkap ditemukan di Belgia, terbukti bahwa prediksi Owen keliru dan ia dicela karena tidak membuat komentar atau penarikan kembali pernyataan terdahulunya.
Tulisan tanpa nama yang dikirimkan Owen ke Edinburg Riview edisi april 1860 yang berisi fakta hasil penelitian untuk menyerang Darwin, menjadikan Owen sebagai ilmuwan yang dibenci dalam intensitas sangat tinggi oleh pendukung Darwin. Dari semua kontroversi yang mencoreng namanya, penentangan Owen terhadap teori Evolusi Darwin adalah ujian yang paling keras.
Hubungan Owen dengan Darwin
Dengan kapal H.M.S Beagle, Charles Darwin pulang dari ekspedisi ke Amerika Selatan dengan membawa sejumlah besar fosil yang sempat ia temukan. Darwin pertama kali diperkenal oleh Lyell kepada Owen. Mereka sepakat untuk bekerjasama dalam meneliti fosil-fosil yang berhasil dikumpulkan Darwin saat ekspedisinya ke Amerika selatan. Pada periode ini hubungan keduanya berjalin baik dan penuh dengan kerjasama.
Dari hasil penelitian fosil yang dikumpulkan Darwin, Owen menyimpulkan bahwa binatang yang sudah punah seperti slot dan binatang pengerat di Amerika Selatan, berada pada satu keluarga yang sama. Hal ini mengherankan, spesies yang berada di lokasi yang sama ternyata memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dibandingkan dengan mahluk berukuran serupa yang hidup ditempat yang berjauhan dengannya.
Kesimpulan inilah yang mengilhami Darwin untuk memformulasikan idenya tentang konsep seleksi alam. Seleksi alam terjadi karena individu yang bersangkutan mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan khususnya, sehingga ia dapat bereproduksi dengan lebih efektif(Huntchinson Science).
Dengan diterbitkannya �Origin of Species� menjadi momentum awal perseteruan abadi Owen vs Darwin. Pada tahun 1854, Owen berbicara di depan British Association untuk menyangkal pemikiran Darwin tentang seleksi alam. Owen berpendapat,�tidak mungkin kera yang memiliki sifat kebinatangan, seperti gorilla dapat berdiri tegak dan berubah menjadi manusia.� Untuk mengukuhkan idenya, Owen mengumumkan hasil penelitiannya bahwa otak manusia memiliki struktur yang tidak dimiliki otak kera, yaitu Hippocampus minor. Owen mengusulkan manusia berada pada sub kelas yang terpisah dengan kera.
Delapan tahun kemudian, Huxley seorang murid Darwin, berhasil membuktikan secara meyakinkan bahwa otak kera memiliki struktur yang pernah disangkal oleh Owen, yaitu Posterior cornu dan Hippocampus. Kesempatan ini digunakan Huxley untuk menuduh Owen karena telah melakukan sumpah palsu. Kampanye penentangan Huxley terhadap Owen berlangsung selama dua tahun dan berhasil menghancurkan nama baik Owen.
Pada tahun 1860, Owen mempublikasikan secara diam-diam tulisan ilmiah tanpa menyertakan namanya. Ia menyerang konsep seleksi alam dan berhasil menghancurkan hasil kerja Darwin. Tindakan ini mendapat reaksi keras dari para evolusionis, menuduh Owen seorang pendengki, pembohong dan kejam.
Perjuangan panjang tanpa lelah dilakukan Owen untuk mematahkan teori evolusi Darwin. Walaupun Darwin telah wafat, sepanjang hidupnya Owen harus menghadapi murid-murid berbakat Darwin seperti Alfred Russel Wallace dan ahli biologi Inggris T.H Huxley.

Sabtu, 05 Mei 2012

Predator di Dunia Monster

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq di Yayasan Pendidikan Al-Hikmah, Kota Bandung


Akhir-akhir ini, Negara-negara di dunia sedang diramaikan oleh isu global warming. Bagi Indonesia isu ini telah masuk ke halaman rumahnya dalam bentuk banjir, tanah longsor, gelombang pasang air laut, angin puting beliung, kebakaran hutan dan sejumlah efek lainnya yang berpengaruh langsung terhadap  perekonomian dan sosial.
Menurut catatan fosil yang dipelajari para palaentolog manusia pernah hidup sejaman dengan �monster-monster� prasejarah. Ukuran dan bobot tubuh �monster� ini sungguh luar biasa. Para pelopor suku Aborigin,manusia pertama yang menginjakan kakinya di benua Australia harus berhadapan langsung dengan kadal terbesar dan paling mematikan yang pernah hidup di permukaan bumi. Panjang tubuhnya mencapai 5,5 meter, dilengkapi dengan senjata yang berupa gigi-gigi tajam berlumur liur mengandung bakteri mematikan. Dengan satu kali gigitan pada tubuh korbannya sudah cukup untuk membunuh diprotodon, binatang berkantung yang berbobot 2 ton
 Orang-orang Clovis di Amerika Utara pun sempat berhadapan dengan mamalia terbesar dan terbuas yang pernah berburu di daratan. Short-face bear adalah pemangsa puncak di benua ini. Saat berdiri, tinggi tubuhnya bisa mencapai 3 meter.
Pada abad 13 Masehi di Selandia baru, suku Maori harus berhadapan langsung dengan pemangsa udara paling mematikan sepanjang masa. Dengan bobot tubuh 15 kilogram dan rentang sayap hingga 3 meter, menobatkan Haast Eagle sebagai elang terbesar dan pemangsa puncak di surga para burung ini. Suku Maori menceritakan tentang teror perburuan manusia yang dilakukan Haast Eagle, korban hasil buruannya dibawa sebagai santapan anak-anaknya.
Kemampuan fisik manusia kalah telak saat berhadapan dengan cakar dan gigi taring �monster� prasejarah tersebut. Tetapi dengan kemampuan akalnya, manusia prasejarah menjelma menjadi predator di dunia �monster.�
�Monster� tak berbudaya itu kalah oleh beraneka macam peralatan yang digunakan manusia. Namun hanya satu alasan penyebab kepunahan mereka semua, persaingan makanan. Uraian ini menjelaskan pergulatan manusia dengan binatang-binatang raksasa dan pelajaran yang bisa dipetik bagi generasi sekarang dan masa depan.

Api Menaklukan Monster Australia
Menurut teori evolusi, pada 3 juta tahun yang lalu manusia kera muncul untuk pertama kali di Afrika. Namun menurut catatan fosil, Ilmuwan menyimpulkan bahwa manusia modern baru muncul di Afrika pada 100 ribu tahun yang lalu. Sekitar 6 ribu tahun yang lalu, manusia memiliki peradaban tinggi. Sehingga sebelum tahun 4 ribu sebelum masehi (4 ribu SM) mereka disebut manusia prasejarah, manusia yang belum mengenal tulisan
Pada 65 ribu tahun yang lalu, untuk pertama kalinya manusia menginjakan kakinya di benua Australia bagian utara. Para ilmuwan menggambarkan kondisi Alam Australia sebagai belantara luas yang rusak oleh kekeringan panjang dan tandus oleh seringnnya terjadi kebakaran.
Mereka meyakini, selama 2 juta tahun, Australia merupakan daratan kering yang sering dilanda badai berlistrik. Badai ini mengakibatkan terbakarnya tanam-tanaman kering. Diperkirakan kebakaran bisa merambah hingga radius ratusan kilometer dan berlangsung hingga berminggu-minggu. Diperkirakan kebakaran ini muncul setiap 30-40 tahun sekali.
Bangsa Aborigin harus menghadapi kondisi alam yang keras dan tidak pernah ditemui di daerah asalnya. Para Ilmuwan memperkirakani mereka berasal dari Timor. Dan suku Aborigin menceritakan kisah nenek moyang mereka yang datang dari laut.
Selain harus berhadapan dengan kondisi alam yang tidak bersahabat, suku Aborigin harus berhadapan langsung dengan pemangsa puncak di seantero benua Australia. Megalania adalah kadal terbesar yang pernah hidup di bumi. Menurut teori evolusi, ia adalah kadal terakhir yang memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan dinosaurus. Kadal yang memiliki panjang 5,5 meter dari kepala hingga ke ekor. Dilengkapi dengan senjata berupa gigi-gigi tajam yang basah oleh liur yang mengandung bakteri mematikan.
Seperti komodo, megalania berburu dengan menggigit tubuh mangsanya. Bagian tubuh yang terkena gigitannya akan mengalami infeksi hebat, dikarenakan bakteri-bakteri beracun yang berhasil masuk ke tubuh korbannya. Cukup dengan sekali gigitan, diprotodon, binatang berkantung seberat 2 ton sekalipun tidak akan luput dari kematiannya. Walaupun korban yang telah digigitnya dapat hidup berjam-jam bahkan sampai berhari-hari, megalania dapat mendeteksi korbannya yang sedang sekarat itu dengan lidah bercabangnya yang sensitif. Sehingga bersembunyi di manapun, megalania dapat menemukan korbannya hingga radius 15 kilometer.
Megalania sanggup memangsa Diprotodon, marsupial terbesar yang pernah hidup di bumi. Bobot tubuh diprotodon jantan bisa mencapai 2 ton sedangkan Diprotodon betina memiliki bobot setengahnya. Ia hidup di hutan-hutan lebat, hutan terbuka dan semak-semak yang memiliki akses yang dekat dengan sumber air. Diperkirakan ia lebih memilih memakan tunas atau daun muda pohon tertentu daripada rerumputan dan semak-semak yang rendah zat gizinya.
Fosil diprotodon ditemukan di seluruh daratan Australia. Sering ditemukan kerangka diprotodon betina beserta bayi yang masih digendong di dalam kantong induknya. Kantung diprotodon terletak di belakang tubuhnya, tidak seperti kantong kangguru yang terletak di depan.
Dari fosil yang pernah ditemukan, diperkirakan diprotodon memiliki panjang hingga 3 meter dari hidung sampai ekor. Saat berdiri, tinggi bahunya lebih dari 1,7 meter. Ia tidak memiliki alat pertahanan diri dari pemangsanya, megalania. Gerakan diprotodon yang lambat membuatnya menjadi mangsa yang mudah untuk disergap.
Kulit Diprotodon tidak tebal seperti badak. Untuk menghangatkan tubuhnya dari suhu jaman es yang dingin, Tubuh Diprotodon diselimuti oleh bulu yang lebat. Kulitnya yang tidak tebal memudahkan megalania untuk menghujamkan gigi-gigi tajamnya dan menyebarkan bakteri beracun pada bagian tubuh diprotodon yang berhasil dikoyaknya.
Oleh sebab itu megalania dijuluki �kadal pengoyak raksasa.� Menurut para ilmuwan bentuk anatomi megalania mirip komodo, tetapi badannya lebih tegap dan ekor yang pendek. Ia memiliki cakar yang sangat besar pada kakinya. Binatang yang bernama latin Megalania Prisca ini diperkirakan memiliki bobot hingga 320 kg.
Bobot tubuhnya yang besar dan bentuk ekor yang pendek menyulitkannya untuk berburu dengan cara mengejar mangsanya. Para ahli memperkirakan megalania adalah pemangsa yang berburu dengan cara menyergap. Mangsa yang berhasil digigitnya akan mati secara perlahan karena infeksi pada luka bekas gigitannya.
Selain memangsa marsupial terbesar didunia, megalania diperkirakan memangsa telur-telur Genyornis, sejenis burung raksasa yang pernah hidup di Australia. Tinggi Genyornis mencapai 2 meter, dilengkapi dengan sepasang sayap yang terlalu kecil untuk membuatnya bisa terbang. Dari bentuk paruhnya, para ilmuwan memperkirakan ia adalah perpaduan dari karnivora yang memburu mangsanya dan pemakan bangkai.
Dari fosil yang ditemukan, mereka punah sesaat setelah manusia pertama menginjakan kakinya di Australia.
Megalania pertama kali muncul pada 1,6 juta tahun lalu, pada kala pleistocen. Jenis kadal monitor terbesar ini punah pada 40 ribu tahun yang lalu.
 Terdapat perdebatan sengit tentang kepunahan megalania. Ilmuwan berpendapat bahwa jaman es yang sedang berlangsung, membunuh hewan-hewan kunci yang menjadi mangsa Megalania. Pendapat ini segera dibantah, dengan alasan bahwa jaman es telah berlangsung ratusan ribu tahun sebelumnya, mengapa binatang-binatang kunci tersebut tidak punah jauh hari sebelumnya. Selain itu para ilmuwan memperoleh bukti dari catatan geologis bahwa hanya sebagian kecil saja dari wilayah benua Australia yang tertutup es. Sehingga memungkinkan hewan-hewan kunci yang menjadi mangsa Megalania dapat tetap bertahan.
Yang lebih menarik adalah pendapat yang menyatakan kepunahan megalania terjadi karena diburunya hewan-hewan kunci oleh manusia. Hewan kunci yang diperkirakan adalah diprotodon dan genyornis. Namun pendapat ini segera disanggah dengan alasan catatan fosil yang telah ditemukan, tidak menunjukan bukti yang signifikan bahwa manusia pernah memburu diprotodon dan genyornis secara intensif.
Pendapat ketiga yang dianggap paling masuk akal dan didukung bukti dari catatan geologis. Terbukti semenjak kedatangan manusia di benua Australia, kebakaran hutan lebih sering terjadi. Diperkirakan kebakaran ini sengaja dilakukan oleh manusia, untuk dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam dan menggembalakan ternak. Sehingga, hutan tempat hidup Diprotodon dan Genyornis menjadi rusak dan diduga kuat sebagai penyebab menurunnya populasi kedua binatang ini secara signifikan.
Hal ini didukung pula dengan ditemukannya  beberapa fosil diprotodon di danau Callabonna, Australia. Pada perut mereka ditemukan tanaman salt bush, tanaman yang memiliki sedikit zat gizi. Diperkirakan Diproton malang ini mengalami kelaparan dan terpaksa mengkonsumsi salt bush. Lingkungan yang rusak mengancam polulasi diprotodon dan berakibat langsung pada populasi pemangsanya, Megalania.

Clovis Versus Taring Mammoth
Terdapat bukti kuat yang mengindikasikan bahwa manusia pernah membantai habis �monster�daratan Amerika Utara di kala pleistocen. 13 ribu tahun yang lalu, Amerika Utara telah menjadi arena pergulatan antara taring-taring mammoth dengan manusia yang bersenjatakan clovis.
Saat jaman es akan berakhir, manusia untuk pertama kali menginjakan kakinya di Amerika Utara. Mereka adalah keturunan pemburu Siberia yang menyeberang ke Amerika Utara melalui Bering Gate. Saat itu, air laut di Bering Gate membeku membentuk pegunungan es yang menghubungkan benua Asia dan Amerika Utara. Akibatnya permukaan air laut pada saat itu turun hingga 70 meter lebih rendah dari masa kini.
 Dari  hasil penelitian fosil kerangka manusia yang ditemukan oleh para pekerja bangunan di puncak bukit Montana pada tahun 1968, menunjukan kerangka yang ditemukan adalah seorang anak kecil yang telah terkubur selama 13 ribu tahun. Ia diyakini salah satu pelopor yang menginjakan kakinya di Amerika Utara.
Kerangka tersebut diselimuti oleh Orche merah sebagai simbol untuk bumi yang biasa digunakan pada upacara kelahiran dan kematian. Ditemukan pula beberapa keping Clovis, ujung tombak yang biasa gunakan untuk berburu. Sejak saat itu manusia pertama yang menginjakan kakinya di Amerika utara dinamakan orang-orang Clovis.
Clovis pertama kali ditemukan di New Mexico pada tahun 1932. Ujung tombak ini terbuat dari batu semi mulia seperti chertz, kristal kuarsa, jasper dan obsididan. Senjata ini kuat dan akurat untuk berburu. Dirancang khusus untuk memaksimalkan penetrasi pada tubuh binatang buruan.
Senjata ini telah ditemukan di seluruh Amerika Utara. Terdapat inidikasi kuat, clovis digunakan manusia untuk berburu mammoth secara intensif . Salah satu fosil mammoth yang ditemukan di Arizona,Amerika Serikat(AS), memperlihatkan 8 buah clovis tertancap dalam tengkorak mammoth dewasa. Setiap senjata menimbulkan luka yang mematikan.
Fosil mammoth ditemukan tersebar di seluruh Amerika Utara. Pada fosil mamalia ini, sering ditemukan bekas luka akibat clovis. Dengan bobot mencapai 8 ton dan tinggi pundaknya hingga 14 kaki, menjadikan mammoth sebagai mamalia terbesar yang pernah berjalan di Amerika Utara pada kala pleistocen.
Mammoth merupakan famili dari Elephantidae. Menurut teori evolusi ia memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan gajah Afrika(Loxodonta Africana dan Loxodonta cyclotis) dan gajah Asia(Elephas maximus).
Para ilmuwan memperkirakan Elephantidae muncul di Afrika utara sekitar 3,5 juta tahun yang lalu. Kemudian mereka bermigrasi ke Eropa, Asia dan terakhir ke Amerika Utara.
Di sini pun hidup mastodon, sejenis mammoth yang memiliki tubuh lebih pendek tetapi ukuran gading paling besar dan panjang. Bentuknya melengkung hingga ke atas. Sehingga bobot keseluruhannya lebih besar dari jenis mammoth yang lain.
Namun �monster�ini termasuk binatang herbivora. Ia memperoleh makanan dari sejenis rumput yang tumbuh di padang-padang stepa yang dingin dan kering, di Amerika Utara. Binatang pemangsa yang diperkirakan dapat membunuh raksasa berbulu ini adalah Saber-tooted cats (macan gigi pedang). Ia terkenal karena dua buah taring yang panjangnya mencapai 7 inci. Taring ini dirancang khusus untuk menusuk dan merobek organ dalam mangsanya.
Panjang tubuhnya 1,2 meter dengan bobot dua kali lebih besar dari singa dewasa jaman sekarang. Kakinya pendek dan berukuran besar, cocok untuk menopang bobot tubuhnya yang besar. Tetapi bentuk anatomi seperti ini tidak cocok sebagai pemangsa yang mengejar buruannya. Diperkirakan ia termasuk pemangsa penyergap. Hal ini diperkuat pula dengan ekornya yang pendek. Bagi pemangsa yang mengejar mangsanya, ekor yang panjang bermanfaat untuk menyeimbangkan tubuhnya saat berlari dengan kecepatan tinggi.
Macan gigi pedang adalah pemburu yang kuat. Senjatanya adalah taring yang besar, tetapi rahangnya tidak cocok digunakan untuk mencengkram atau menghancurkan punggung mangsanya. Taringnya digunakan untuk mengiris dan menyobek bagian tubuh mangsanya yang lunak seperti bagian tenggorokan dan perut. Macan gigi pedang membunuh mangsanya secara perlahan melalui kehilangan banyak darah korbannya, daripada secara cepat melalui cekikan atau leher yang hancur oleh gigitan.
Diperkirakan taring macan gigi pedang mampu membunuh Giant ground sloth (slot tanah raksasa). Sloth tanah terbesar adalah sloth Megatherium yang memiliki panjang tubuh hingga 6 meter dan bobot 4,5 ton. Tidak seperti sloth modern yang sepanjang hari hidup bergelantungan di pohon, sloth tanah raksasa hidup berkeliaran di atas permukaan tanah. Makanannya tergolong lunak, yaitu tumbuhan dan serangga. Lidahnya yang panjang digunakan untuk memegang dan menarik ujung-ujung daun.
Dari ukuran tulang panggulnya, para ilmuwan meyakini dia dapat berdiri sesekali untuk menarik pucuk-pucuk daun yang tinggi. Giginya kecil dan tumpul digunakan untuk mengunyah dedaunan.
Macan gigi pedang adalah monster yang mengerikan. Namun predikat monster berukuran tubuh paling besar dan menakutkan yang pernah berburu di daratan pada masa pleistocen layak disandang oleh Short face bear (beruang wajah pendek). Saat berdiri, tingginya bisa mencapai 3,4 meter dan 1,5 meter saat berjalan.
Menurut para ilmuwan, gigi beruang wajah pendek dapat melakukan tusukan yang dalam dan mengakibatkan luka yang besar. Moncongnya yang pendek dan kuat, dibangun oleh rahang yang dapat menghancurkan tulang mangsanya. Diperkirakan ia dapat berburu mammoth dan giant ground sloth.
Menurut ilmuwan, kaki belakangnya yang lebih panjang akan menyulitkan saat berlari cepat untuk berburu kuda stepa dan antelop. Namun gerakannya yang tidak cepat ternyata meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada suhu jaman es yang dingin. Binatang ini didesain untuk daya tahan daripada untuk kecepatan.
Beruang wajah pendek dan Macan gigi pedang merupakan pemangsa puncak yang mematikan. Namun mereka tidak mampu mengejar binatang herbivora, seperti kuda stepa, antelop dan bison. Anatomi tubuh mereka hanya cocok untuk menyergap mangsa yang besar dan lambat, seperti mammoth dan sloth tanah raksasa. 
Saat orang-orang clovis datang ke Amerika Utara, mereka mulai memburu mammoth dan sloth tanah raksasa. Ukuran tubuhnya yang besar, gerakannya yang lambat dan tidak dilengkapi dengan sistem pertahanan yang baik, menjadikan mammoth dan giant ground slots rentan untuk diburu. Kelemahan ini dapat menjadi alasan kuat bagi orang-orang clovis untuk menempatkan mammoth dan sloth tanah raksasa sebagai buruan utama mereka.
Menurut catatan fosil yang dipelajari para ilmuwan, seratus tahun kedatangan manusia ke Amerika Utara, 30 jenis hewan musnah, termasuk Mammoth, sloth tanah raksasa, kuda dan unta. Teori yang paling masuk akal dan paling diyakini oleh para ilmuwan tentang penyebab kepunahan binatang-binatang ini adalah perburuan secara intensif yang dilakukakan orang-orang Clovis.
Bila dalam seratus tahun semenjak kedatangan manusia mammoth dan giant ground slots punah, maka pemangsa merekapun seperti beruang wajah pendek dan macan gigi pedang tidak dapat bertahan.

Predator Di surga Para Burung
Selandia Baru adalah daratan terakhir yang ditemukan manusia. Sejak berpisah dari daratan Australia dan Antartika 80 juta tahun yang lalu, Selandia Baru menjadi pulau yang menyendiri dan terisolasi dari dunia lain. Pulau ini didominasi oleh burung, dan tidak memiliki predator yang hidup merayap dipermukaan tanah. Sehingga kegiatan makan dan bersarang di tanah menjadi aman. Menurut teori evolusi, kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak ditemui burung yang telah kehilangan kemampuan terbangnya.
Pada abad 13 masehi, Suku Maori adalah manusia pertama yang menginjakan kakinya di Selandia Baru. Mereka bermigrasi dari Polinesia, dipimpin oleh seorang pelopor yang bernama Pupe. Ia menjuluki selandia Baru sebagai Aotearoa (tanah dari awan putih yang panjang).
Pemangsa puncak di pulau ini bukanlah penguasa daratan, tetapi penguasa udara. Haast Eagle (elang Haast) adalah pemangsa udara yang paling mematikan sepanjang masa. Diperkirakan bobot Elang Haast betina bisa mencapai 15 kilogram dan jantannya 10 kilogram. Dengan rentang sayap hingga 3 meter, menobatkannya sebagai elang terbesar yang pernah hidup di bumi. Kakinya yang besar dan berotot, dilengkapi dengan cakar yang panjangnya hingga 60 mm, sangat cocok untuk berburu binatang raksasa seperti Giant Moa (Moa raksasa) bahkan manusia!
Bagi suku Maori, pemangsa udara yang dijuluki Pouakai ini begitu menyeramkan. Terdapat kisah teror dari Suku Maori yang menceritakan tentang perburuan manusia yang dilakukan elang Haast. Korban buruannya akan dibawa ke sarangnya sebagai santapan anak-anaknya. Menurut para ilmuwan, elang Haast mampu membunuh manusia. Kisah pembunuhan manusia oleh elang Haast kemungkinan besar terjadi karena mangsa utamanya, Moa raksasa telah semakin langka karena perburuan manusia.
Moa raksasa adalah sejenis burung raksasa, berleher panjang dan tidak bisa terbang. Dari fosil yang berhasil dipelajari, tinggi moa raksasa dewasa bisa mencapai 3 meter dan berbobot hingga 250 kilogram. Ukuran kakinya sebesar kaki sapi. Pada tubuh Moa raksasa tidak ditemukan sedikitpun sayap, hal ini berbeda dengan burung yang tidak bisa terbang lainnya yang hidup di Selandia Baru.
Moa raksasa tidak memiliki sistem pertahanan untuk melindungi diri dari pemangsanya, elang Haast. Leher Moa raksasa yang panjang merupakan bagian tubuh yang paling rentan terhadap sergapan cakar elang Haast. Dari fosil yang berhasil dipelajari, terlihat kerusakan yang parah pada struktur tulang belakang Moa raksasa. Diperkirakan, ini disebabkan oleh cakar elang Haast. Cakar elang Haast yang mengenai punggung Moa raksasa, dapat menembus dan merobek organ dalam mangsanya. Sehingga Moa raksasa akan mati kehabisan darah.
Telur Moa raksasa berukuran 100 kali lebih besar dari telur ayam. Diperlukan waktu 7 tahun bagi anak moa raksasa yang baru menets untuk mencapai ukuran dewasa. Oleh sebab itu proses pertumbuhan dan regenerasi moa raksasa tergolong lambat.
Tanah Selandia Baru tidak sesubur tanah di tempat kelahiran suku Maori, Polinesia. Tanaman yang khusus di bawa suku Maori untuk dibudidayakan di surga burung ini gagal tumbuh dengan baik. Suku Maori terancam krisis pangan. Pada kondisi sulit ini, suku Maori terpaksa memenuhi kebutuhan hidupnya melalui berburu Moa raksasa. Dagingnya yang berlimpah, gerakannya yang lambat dan tidak memiliki sistem pertahanan dari serangan pemangsa, menjadikannya sebagai buruan yang paling potensial bagi memenuhi kebutuhan pangan suku Maori.
Dari sekian banyak fosil Moa raksasa yang ditemukan, terbukti bahwa manusia pernah memburu dan memasaknya. Di lingkungan suku Maori terdapat cerita bahwa dahulu kala nenek moyang mereka pernah berburu burung yang sangat besar untuk dimakan.
Perburuan Moa raksasa secara besar-besaran tidak bisa diimbangi dengan kemampuan regenerasinya yang lambat. Dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun semenjak suku Maori menginjakan kakinya di Selandia Baru, Moa raksasa punah. Hal ini berakibat langsung pada elang Haast yang tidak memperoleh sumber makanan utamanya.
Manusia Predator Sejati
Cakar dan taring-taring �monster�raksasa yang mematikan, tidak menggoyahkan kedudukan manusia sebagai predator sejati sepanjang masa. Predator yang telah lolos uji saat menghadapi Megalania, pemangsa puncak di Australia 65 ribu tahun yang lalu. Dapat �mematahkan� dominasi taring-taring mammoth, cakar beruang wajah pendek dan gigi saber-toothed cats di Amerika Utara. Bahkan reputasi Elang Haast, pemangsa udara yang ditakuti oleh manusia, dapat ditaklukan.
Sebagian orang bijak berpendapat,�kekuatan yang besar memiliki tanggung jawab yang besar.�Tentu, manusialah yang paling tepat disebut mahluk penyandang kekuatan terbesar diantara mahluk lainnya. Ini artinya kita tidak harus melulu mengeksploitasi alam karena kedigdayaannya. Tetapi alam dapat dijadikan sarana untuk menunjukan betapa bertanggung jawabnya kita, dengan melestarikan kehidupan di dalamnya.