Artikel Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2016

Cara mengembangkan Draf menjadi sebuah karangan

       
ketika anda tidak mengetahui sesuatu untuk ditulis, terkadang solusi atas situasi seperti itu adalah menulis sekenannya saja. Anda mungkin salah satu dari banyak orang yang tidak tahu apa yang ingin mereka tulis hingga mereka mengatakannya. jika demikian, maka duduklah dan paksa diri anda untuk menulis sesuatu dari topik anda sekitar setengah jam tanpa harus kawatir tentang seberapa bagus materi tersebut. Hasilnya akan menjadi sebuah exploratory draf, beberapa lembar akan mencerminkan apa yang anda ketahui akhir-akhir ini. Sebuah exploratory draf akan memberikan sebuah pikiran atau sesuatu yang anda dapat kembangkan menjadi sebuah idea. Atau mungkin hal tersebut dapat memberikan hal cukup untuk anda untuk membuat outline atau draft yang masih acak. Ingatlah bahwa tujuan anda bukan untuk membuat draft dari tulisan essay anda. Namun tujuan awal adalah untuk mendapatkan idea untuk mengembangkan sebuah gagasan awal.
          Beberapa cara untuk mengembakan sebuah draft atau gagasan idea yang akan anda tulis saya rangkum dalam beberapa cara dibawah ini:

1. Hubungkan topik yang akan anda tulis dengan pengalaman anda
Menghubungkan topik kepada pengalaman pribadi anda sehingga anda dapat menulis dari sesuatu yang anda ketahui. Semisal, jika anda diminta untuk menulis tentang teknologi moderen, ingatlah semua gangguan telphone yang sering menggangu anda, tulislah karangan tentang bagaimana hal tersebut dapat lebih merugikan dari pada keuntungannya. jika anda diminta untuk menulis tentang sistem pendidikan di Indonesia, bicaralah tentang pengalaman anda memperoleh pendidikan anda, dan mana saja yang membuat anda nyaman dan tidak nyaman. topik yang kelihatannya seusah pada pertama kali, akan menjadi terkendali jika dilihat dari sudut pandang pengalaman anda.

2. Rekamlah percakapan anda.
Lupakanlah tentang menulis sejekan, kemudian cobalah berbicara. cobalah berbicara pada diri anda sendiri tentang topik dengan merekam apa saja yang ingin anda sampaikan dan pikirkan terhadap topik tersebut. jangan batasi diri anda, cukup berbicaralah apasaja yang terjadi kepada anda. lepaskan rasa malu,lucu, dramatik dari diri anda. ketika idea tersebut mengalir, cukup putar kembali tekaman tersebut. ketika anda menemukan idea yang menarik maka wujudkan hal tersebut dalam baris tulisan.

3. Berbicaralah dengan orang lain
Bicarakanlah topik tulisan anda dengan teman atau saudara. mereka mungkin dapat memberikan saran untuk menyumbang ide. atau tanyalah orang lain dengan pertanyaan brainstroming untuk mendapatkan jawaban singkat, jika menarik lanjutkan percakapan kalian.

4. Tulislah Puisi
terkadang menggati bentuk tulisan akan membantu, sebagai penggati anda menulis karangan, tulislah sebuah puisi tentang topik anda. kemudian pelajarilah idea yang dapat anda pertajam dan kembangkan menjadi bentuk karangan.

5. Tulisan tentang hal yang membuat anda gagal dalam menulis topik
ketika semua cara gagal, maka tulislah mengapa anda tidak dapat menulis. Jelaskan bagaimana perasan anda, dan apa yang membatasi anda dari mendapatkan idea. apa yang ingin anda tulis jika anda bisa menulis. hal semacam ini dapat membuat anda mendapatkan hal untuk ditulis dan membuat idea secara umum.

Semua permasalah dalam menulis itu dapat diatasi, namun hanya malas menulis itu yang tidak dapat diatas, hanya diri anda sendiri yang dapat membantu anda. jika ingin menulis dengan bagus maka cukup teruslah menulis maka kemampua mengolah kata dan mengorganisir idea anda akan berkembang dengan sendirinya bahkan sebelum anda sadari. semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Senin, 08 Agustus 2016

Perbedaan phrasa at the end dan in the end

Preposition adalah kata depan yang menunjukkan hubungan kata benda/kata ganti benda dengan kata yang lain di dalam sebuah kalimat. Biasanya, kata depan (preposition) diletakkan sebelum kata benda. namun hal kecil ini dapat mengumbah makna secara drastis. kemampuan menggunakan preposition sangatlah penting agar makna yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik. kesalahan yang fatal yang sering terjadi adalah pengguna at the end and in the end.
At the end ( of something)= maknanya diakhir dari sesuatu yang berakhir.
i.g at the end of the month at the end of course.
I'm going away at the end of January/ at the end of the month.
All the players shook hands at the end of the match.
dan kita tidak bisa menggunakan in the end of something. in the end of January

sedangkan in the end mempunyai makna= akhirnya/ finally
biasanya in digunakan ketika kita akan mengatakan hasil akhir dari sebuah situati.
He got more and more angry. In the end he just walked out of the room.

kurang lebih itu yang bisa saya sampaikan dalam artikel pendek ini, jika ada pertanyaan atau sanggahan bisa komen dibawah ini. salam media!!

Minggu, 07 Agustus 2016

Classroom Languages are commonly used in encouraging students, asking home work, praising students, Instructions for test and wishing student and ending class.

Encouraging students to ask / answer questions
-- Who knows the answer?
-- Raise your hand.
-- Volunteer please.
-- Anyone else wants to try?
-- Come on, dear, you try.
-- Who wants to read?
-- That�s good, come and read.
-- Come and do it on the board.
-- Good try, but it is not correct. Try again.
-- Let�s do it together.
-- You are doing it perfectly.
-- What do you think about it?
-- What is your opinion? It is OK to share.

Asking students to hand in their homework
-- Have you done your homework?
-- Those of you who haven�t done the homework, please raise your hand.
-- Give me good reason for not doing your work.
-- This is not a good excuse.
-- Please put your homework on my desk.
-- Siti, can you collect everyone�s work, thank you?
-- If you haven�t done your homework, do it as soon as possible.
-- Hand in your work.
-- Submit your homework.

Praising your students
-- Good Job!
-- Excellent work!
-- Fantastic work!
-- Well done!
-- That�s right!
-- Terrific job!
-- You are correct.
-- Good thinking.
-- That�s an excellent question.
-- Perfect work!
-- Very creative.
-- I am so proud of you.
-- You have made me proud.
-- Good try!
-- You can do better than this.
-- I have complete faith in you.
-- Good job! That is perfect.
-- That�s an excellent question.

Instructions for test
-- Please write your name and class on the test.
-- Read carefully before starting the test.
-- Use black pen/pencil only.
-- Ask if you do not understand anything.
-- Time is up.
-- Stop writing.
-- Five more minutes left.
-- Please stop.
-- Put your pens down.
-- Leave your tests on your desk.
-- Bring your tests here.
-- Is everyone done?
-- Has everyone submitted their tests?

Wishing the students
-- Have a good day!
-- Happy birthday!
-- Many many happy returns of the day!
-- Good luck!
-- All the best!
-- Best wishes!
-- Good luck for your exams.
-- Good luck for the competition. I hope you are victorious.
-- Get well soon!
-- Have good holidays!
-- Happy New Year!
-- Enjoy your holidays!

Ending the class
-- Let�s recap before we go.
-- Can you summarize what I said?
-- OK class, we will stop here.
-- We will continue next week.
-- Let�s wrap it for this week.
-- Do you have any questions before we end this class for today?
-- Any questions before we stop?
-- Let�s stop here.
-- Before we stop, tell me what have you learnt today.
-- Since we finished early, how about we play a game?
-- There are few minutes left, you can check your work again.
-- Saved by the bell, we will continue next week.
-- No time left, let�s continue in next class.
-- OK everyone, let�s call it a day.
-- Goodbye everyone!
-- Have a nice day!

Classroom Languages are commonly used in greeting, giving instruction, using text book and organizing pair work.

Greetings/Small Talk
-- Good morning everybody/class.
-- Good afternoon everyone/class.
-- How are you?
-- What�s up?
-- Have a nice day!
-- Let us wrap up for today!

Magic words
-- Please.
-- Thank you.
-- I am sorry.
-- Excuse me.
-- No, thank you.
-- Pardon.
-- I appreciate it.
-- You are welcome.
-- My pleasure.

Giving Instructions in class
-- Listen carefully.
-- Attention Please!
-- Look at me!
-- Listen to what your classmates are saying.
-- May I have your attention please?
-- I want everyone to look at the board.
-- Do you understand?
-- That is right.
-- That is what I meant. Let me say it again.
-- I mean�.
-- You got it�
-- That is quite right�.
-- This is what I want you to do�..
-- Can I help you?
-- Do you follow me?
-- Are you with me?
-- No daydreaming, listen to your classmates.
-- Here we go..
-- Can you speak louder, please? I can�t hear you.
-- Now let�s go/move on to..
-- Please pronounce each word slowly.
-- Go to active conversation/writing connection.
-- Please complete this section/part in 5 /10/�minutes.
-- Repeat each word after me.
-- Say it together.
-- Swap your book with the person next to you and�
-- Exchange your work with your partner.
-- Exchange your work with the person sitting next to you.
-- Can you check your work again?
-- Grade your classmate�s work.
-- Mark the work of person sitting next to you.
-- Ready? Are you ready?
-- That�s correct.
-- Let�s go/start.
-- Say it one more time.
-- Do you have any questions before we move forward?
-- Should I move on?
-- Is everything clear?
-- Any questions?
-- Can you repeat what I said?
-- Can you speak louder?
-- That is good but can you repeat it in complete sentence?
-- Do not scream or shout.
-- Read quietly.
-- Read with your partner.
-- Whose turn is it?
-- Who is next?

Using Textbook
-- Take out your text books.
-- Open your books.
-- Go to page....
-- Turn to next activity.
-- Open your book and go to �.
-- Open page number�.
-- Turn over to next page.
-- Let�s move to next activity on page�.

Organizing pair work and group work
-- Let�s work in pairs.
-- Choose your partner.
-- Pair up.
-- Now let�s get into groups of 6/5/4/3.
-- In groups of 6/5/4, please.
-- Time for group work.
-- Can Lana join your group? She doesn�t have a group as she came late.
-- Remember, everyone has to participate.
-- Everyone must give his or her input in the discussion.
-- Move around the classroom without making noise.

Sabtu, 30 Juli 2016

Classroom language dalam situasi penting dan spontanitas.

Dalam proses belajar mengar pasti akan selalu ada keadaan-keadan dimana tidak diduga atau diprediksi, sehingga kita harus bisa merespon dengan baik keadaan-keadaan tersebut. Saya yakin teman teman semua bisa melakukannya atau merespon dengan baik, tapi bagaimana kalau seandainya teman-teman semua sedang mencoba mempraktekan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar pelajaran teman-teman guru semua. Dengan itu saya mencoba merangkum beberapa kejadian yang mungkin terjadi dan bagaimana cara meresponnya untuk menunjukan simpati, dan wibawa kita merespon dan kondisi-kondisi yang tak terduga atau penting. Mari kita simak table dibawah ini.
Situations / Keadaan
Expressions/ respon yang dapat digunakan
Kelas atau salah satu murid telah berkompetisi dan memenangkannya
Congratulations for your winning.
Suara bising masuk kedalam kelas dari jalan diluar sana.
Can you close the window, please?
It�s very noisy
Salah seorang murid baru masuk setelah sakit.
Do you feel better today?
How are you today?
What was the matter?
Guru mengecek siapa yang tidak hadir
Who�s not here today?
Who�s absent today?
Is everybody here?
Guru mengucapkan selamat tinggal sebelum liburan akhir pecan
Have a good weekend.
Salah satu siswa datang terlambat
Why are you late?
Guru perlu meningalkan kelas untuk beberapa menit
I�ll be back in a moment.
Kelas tersa panas dan penuh sesak.
Open the window
It�s very hot/stuffy
Kelas tersa gelap
Can you put the light on?
It�s very dark.


Classroom Language yang Harus dikuasai Untuk Menggunakan English Sebagai Bahasa Pengantar dalam Kelas.

Classroom language adalah sebuah ungkapan baik berupa perintah, pertanyaan, atau statement yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Baik digunakan sebagai bahasa pengantar ilmu yang akan dipelajari atau dalam proses belajar bahasa itu sendiri. Sehingga kemampuan guru dalam menggunakan secara baik dan benar itu sangatlah penting sehingga murid-murid dapat mengerti maksud dari guru dengan baik. Namun di lapangan masih banyak guru yang menggunakan bahasa inggris untuk pengantar atau menggunakan classroom language secara salah karena tercampur dengan background knowledge dari bahasa ibu itu sendiri. Maka saya mencoba membuat daftar untuk membantu dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
The Correct one
Common mistake
A, dasar classroom language/ instruksi sederhana yang murid mudah mengerti
Come in.

Go out.

Stand up.

Sit down

Come out to the front of the class

Stand by..

Put your hands up.

Put you hands down.

Hold your (book/pens) up.

Show me your pencil/rubber


B. beberapa instruksi yang sering digunakan ketika pertama masuk kelas
Now, pay attention, everybody!
Look at me. ( kalau yang dimaksud untuk meminta perhatian maka kurang tepat)
Listen to (the tape/ me/�.)

Now, Repeat after me
Follow me. ( akan cenderung membuat makna yang berbeda kalau secara tejemahan mungkin anda akan merasa benar)
Are you ready?

Open your book at page �..(number)

Turn to page �.., please

Look activity (five)

Take this copy.

You have (five) minutes to do

Who�s next?

Like this, not like that.


C. instruksi yang digunakan ketika sesi mengerjakan soal atau latihan.
Have you finished?
Are you finish? ( maknanya sangat jauh dari apa yang anda harapkan jika anda ingin bertana apakah murid sudah selesai mengerjakan) hehe
It�s time to finish

Let�s stop

Stop now

Let�s check the answers

Any questions?

Collect you work, please.

Pack you (book/notebooks) up.

Are you desks tidy?

Don�t forget to bring you�. On (Friday)


Senin, 20 Juni 2016

report text about Ramadhan

Ramadan
Ramadan is the ninth month of the Islamic calendar. It is a time when Muslims across the world will fast during the hours of daylight. Ramadan is the fourth of the five pillars of Islam.
The Qur'an was first revealed to the Prophet Muhammad during this month. The actual night that the Qur'an was revealed is a night known as Lailut ul-Qadr ('The Night of Power').
Almost all Muslims try to give up bad habits during Ramadan, and some will try to become better Muslims by praying more or reading the Qur'an. Many Muslims will attempt to read the whole of the Qur'an at least once during the Ramadan period. Many will also attend special services in Mosques during which the Qur'an is read.
Fasting is intended to help teach Muslims self-discipline, self-restraint and generosity. It also reminds them of the suffering of the poor, who may rarely get to eat well. It is common to have one meal (known as the suhoor), just before sunrise and another (known as the iftar), directly after sunset.

Because Ramadan is a time to spend with friends and family, the fast will often be broken by different Muslim families coming together to share in an evening meal.

report text about social phenomena "Lebaran" Idul Fitri ( Eid al-Fitr )

The first Eid was celebrated in 624 CE by the Prophet Muhammad with his friends. It is related after the victory of the battle of Jang-e-Badar. Muslims are not only celebrating the end of fasting, but thanking Allah for the help and strength that he gave them throughout the previous month to help them practise self-control.

The festival begins when the first sight of the new moon is seen in the sky. Muslims in most countries rely on news of an official sighting, rather than looking at the sky themselves. The celebratory atmosphere is increased by everyone wearing best or new clothes, and decorating their homes.

There are special services out of doors and in mosques, processions through the streets, and of course, a special celebratory meal - eaten during daytime. The first daytime meal Muslims will have had in a month. Eid is also a time of forgiveness, and making amends


During Eid-ul-Fitr Muslims dress in their finest clothes, give gifts to children and spend time with their friends and family. At Eid it is obligatory to give a set amount of money to charity to be used to help poor people buy new clothes and food so they too can celebrate.


Adapted by Nawawi from BBC's article,

Senin, 01 Februari 2016

Sedikit Ulasan Sejarah tentang Kontingen Garuda I sampai III

Sejarah Kontigen
Ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945Mesir segera mengadakan sidang menteri luar negeri negara-negara Liga Arab. Pada 18 November 1946, mereka menetapkan resolusi tentang pengakuan kemerdekaan RI sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan tersebut adalah suatu pengakuan de jure menurut hukum internasional.
Untuk menyampaikan pengakuan ini Sekretaris Jenderal Liga Arab ketika itu, Abdurrahman Azzam Pasya, mengutus Konsul Jendral Mesir di IndiaMohammad Abdul Mun'im, untuk pergi ke Indonesia. Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh dengan rintangan terutama dari pihak Belanda maka akhirnya ia sampai ke Ibu Kota RI waktu itu yaitu Yogyakarta, dan diterima secara kenegaraan oleh Presiden Soekarno dan Bung Hatta pada 15 Maret 1947. Ini pengakuan pertama atas kemerdekaan RI oleh negara asing.
Hubungan yang baik tersebut berlanjut dengan dibukanya Perwakilan RI di Mesir dengan menunjuk HM Rasyidi sebagi Charge d'Affairs atau "Kuasa Usaha". Perwakilan tersebut merangkap sebagai misi diplomatik tetap untuk seluruh negara-negara Liga Arab. Hubungan yang akrab ini memberi arti pada perjuangan Indonesia sewaktu terjadi perdebatan di forum Majelis UmumPBB dan Dewan Keamanan PBB yang membicarakan sengketa Indonesia-Belanda, para diplomat Arab dengan gigih mendukung Indonesia.
Presiden Sukarno membalas pembelaan negara-negara Arab di forum internasional dengan mengunjungi Mesir dan Arab Saudi pada Mei 1956 dan Irak pada April 1960. Pada 1956, ketikaMajelis Umum PBB memutuskan untuk menarik mundur pasukan InggrisPrancis dan Israel dari wilayah Mesir, Indonesia mendukung keputusan itu dan untuk pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.
Daftar kontingen
Kontingen Garuda I
Kontingen Garuda I dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir. Kontingen Garuda Indonesia I terdiri dari gabungan personel dari Resimen Infanteri-15 Tentara Territorium (TT) IV/Diponegoro, serta 1 kompi dari Resimen Infanteri-18 TT V/Brawijaya di Malang. Kontingen ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Infanteri Hartoyo yang kemudian digantikan oleh Letnan Kolonel Infanteri Suadi Suromihardjo, sedangkan wakilnya Mayor Infanteri Soediono Suryantoro. Kontingen Indonesia berangkat tanggal 8 Januari 1957 dengan pesawat C-124 Globe Master dari Angkatan Udara Amerika Serikat menuju Beirut, ibukota Libanon. Dari Beirut pasukan dibagi dua, sebagian menuju ke Abu Suweir dan sebagian ke Al Sandhira. Selanjutnya pasukan di El Sandhira dipindahkan ke Gaza, daerah perbatasan Mesir dan Israel, sedangkan kelompok Komando berada di Rafah. Kontingen ini mengakhiri masa tugasnya pada tanggal 29 September 1957. Kontingen Garuda I berkekuatan 559 pasukan.
Kontingen Garuda II
Konga II dikirim ke Kongo pada 1960 dan dipimpin oleh Letkol Inf Solichin GP. Konga II berada di bawah misi UNOC.KONGA II berjumlah 1.074 orang dipimpin Kol. Prijatna (kemudian digantikan oleh Letkol Solichin G.P) bertugas di Kongo September 1960 hingga Mei 1961.
Kontingen Garuda III

Konga III dikirim ke Kongo pada 1962. Konga III berada di bawah misi UNOC dan dipimpin oleh Brigjen TNI Kemal Idris dan Kol Inf Sobirin Mochtar.KONGA III terdiri atas 3.457orang dipimpin oleh Brigjen TNI Kemal Idris, kemudian Kol. Sabirin Mochtar. KONGA III terdiri atas Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur. Seorang Wartawan dari Medan, H.A. Manan Karim (pernah menjadi Wkl. Pemred Hr Analisis) turut dalam kontingen Garuda yang bertugas hingga akhir 1963. Menteri/Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani pernah berkunjung ke Markas Pasukan PBB di Kongo (ketika itu bernama Zaire) pada tanggal 19 Mei 1963. Komandan Yon Kavaleri 7 Letkol GA. Manulang gugur di Kongo.